Mengenal dan Memahami Tuhan

Pengantar

                   Buku ini terinspirasi dari keadaan dunia saat ini yang mana orang jaman sekarang sudah terbuai dengan kecanggihan teknologi pada jaman sekarang ini. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kecanggihan teknologi jaman sekarang sudah menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat pada jaman sekarang ini. Bahkan bisa dibilang sudah tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan saat ini. Sebagian besar orang bergantung pada keberadaan canggihnya teknologi pada jaman sekarang ini. Bisa dikatakan kalau orang jaman sekarang tidak mempunyai ponsel pintar dikatakan ketinggalan jaman. Memang kecanggihan jaman pada saat ini sangatlah membantu di berbagai aspek kehidupan kita pada jaman sekarang ini.

                   Namun, di sisi lain, justru itulah yang menjadi bumerang bagi kita. Tanpa kita sadari, kecanggihan teknologi pada jaman sekarang malah membuat kita jauh dari Tuhan. Perlahan demi perlahan, kita mulai melupakan siapakah Pencipta kita. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi pada jaman sekarang, banyak sekali teori-teori yang mengajukan gagasan mengenai asal usul alam semesta dan manusia, bahkan dengan akal pemikiran mereka yang maju, mereka juga mengajukan mengenai teori tentang Tuhan.

                   Banyak sekali asumsi-asumsi logis atau banyak sekali pendekatan logis berdasarkan pemahaman dan konsep berpikir mereka. Perlu dipahami bahwa konsep berpikir itu adalah berdasarkan sudut pandang atau dengan kata lain perspektif menimbulkan persepsi, persepsi ini nantinya menimbulkan suatu pemahaman atau gagasan pemikiran yang kemudian menjadi suatu ide yang dituangkan ke dalam suatu ideologi yang kemudian gagasan tersebut disampaikan ke khayalak ramai. Namun itu semua tergantung bagaimana respon khayalak ramai, apakah mau menerima gagasan tersebut atau tidak dan sering kali tolok ukur suatu gagasan itu diterima atau tidak adalah berdasarkan pendekatan pemikiran logis. Sebagai contoh adalah di dalam Alkitab Perjanjian Baru adalah mengenai konsep Logos, dalam Injil Yohanes 1:1 dimana pada teks tersebut, Rasul Yohanes memperkenalkan konsep Theos dan Logos. Jika mau menelaah literatur teks asli, Rasul Yohanes menyampaikan gagasan ini bahwa Theos dan Logos adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kita tahu bagaimana Theos menciptakan alam semesta ini dengan Logos dalam Kejadian 1. Memahami teks Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Atau dalam teks aslinya ᾿Εν ἀρχῇ ἦν ὁ Λόγος, καὶ ὁ Λόγος ἦν πρὸς τὸν Θεόν, καὶ Θεὸς ἦν ὁ Λόγος. Sejak awal mulanya, atau mungkin jauh sebelumnya yaitu kekekalan lampau yang mana dimensi ruang dan waktu belum ada dan diciptakan. Maka dari itulah berangkat dari korelasi antara Kejadian 1:1 dan Yohanes 1:1, perlu dipahami mengenai asal usul dari segala sesuatu. Sebab, segala sesuatu dijadikan oleh Logos, yaitu Pribadi Theos sendiri, tanpa Logos tidak ada yang diciptakan. Pengecualian ialah Logos sendri, keberadaanya sudah ada dengan sendirinya dalam dimensi kekekalan dan bersama-sama dengan Theos. Sebab Logos itulah Theos itu sendiri, karena bersifat kekal adanya dan tidak tercipta dengan sendirinya. Ia sudah ada, sedang ada dan akan tetap terus ada, dalam buku ini juga akan membahas mengenai kekekalan, karena kekekalan itu bagian yang tak terpisahkan dari Tuhan itu sendiri. Selain itu juga membahas mengenai atribut dan sifat Tuhan itu serta ciri spesifik. Buku ini tidak menyinggung doktrin tentang Tuhan namun hanya memberikan suatu pemahaman dan sudut pandang yang memberikan wawasan dan pengetahuan supaya kita dapat mengenal dan memahami siapakah Pribadi Tuhan itu.

                   

Comments

Popular posts from this blog

Kajian Komparatif Kejadian 1:1 dan Yohanes 1:1: Analisis Teks Asli dan Tinjauan Teologi Biblikal Injili

DRAF: Kerangka Aturan Sistem Kecerdasan (ARIS) dalam Kepatuhan UU ITE

Tentang Blog Ini