Posts

Showing posts from August, 2021

Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan

  Keluaran 2:23-25 23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka. Melihat petkembangan situasi yang terjadi pada saat ini, tentunya kita merasakan dampak dari pandemi yang sedang melanda negeri ini dan juga kebijakan PPKM yang diberlakukan di sejumlah daerah, bahkan diperpanjang. Kita juga melihat dan merasakan dampaknya cukup signifikan bagi berbagai aspek dan kalangan masyarakat. Beberapa orang mulai merasakan kesulitan dalm menjalani kegiatan mereka. Bahkan secara ekonomi dan sosial, banyak orang yang mengalami kesusahan dan kesulitan Bangsa Israel pada saat itupun juga mengalami kesukaran karena mereka diperbudak dengan kerja paksa oleh bangsa M...

Kualitas Iman yang Teruji

  Ayub 2 Rupanya Iblis masih kurang puas untuk mencobai Ayub. Lalu Iblispun meminta ijin untuk mencobai Ayub lagi. Kali ini adalah keadaan fisik Ayub, yaitu Ayub ditimpakan suatu penyakit yang mengerikan bahkan istrinya mengolok-olok dan meninggalkan Ayub. Namun kita melihat bagaimana kesalehan Ayub ini. Meski diperlakukan demikan - istrinya menyuruh Ayub untuk mengutuki Allah - Ayub tetap konsisten dengan kesalehannya. Bahkan Ayub mau menerima keadaannya yang sedemikian rupa.  Seringkali dalam kehidupan kita ini diperhadakan dengan masalah yang bertubi-tubi. Belum lagi selesai masalah satu, muncul lagi masalah yang lain. Namun hal itu merupakan ujian yang Tuhan ijinkan dalam kehidupan kita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman kita. Ketika diperhadapkan dalam suatu permasalahan, kitapun juga diperhadapkan dengan dua pilihan. Yang pertama, apakah kita tetap bersyukur atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita dan menyadari bahwa dibalik itu semua pasti mendatangkan k...

Kopi dan Rokok

Image
 Takken by IPhone 5s Kopi dan Rokok ©Lunar Solarius

Tentang Blog Ini

Blog ini berisi tentang kisah dan renungan yang memotivasi dan menginspitasi. Beberapa karya fotografi yang juga merupakan aktivitas sampingam dari penulis blog ini. Semoga blog yang saya tulis ini dapat bermanfaat dan menghibur kita semua. Dan juga dapat memotivasi dan menginspirasi kita semua. Blog saya yang lain: Snack Rohani Cerita Kisah

Colorfull in the Night

Image
 Takkrn by IPhone 5s Colorfull Photograph ©Lunar Solarius

Gerombolan Awan Mendung Lewat

Image
Takken by Iphone 5s Monochromatic Photograph ©Lunar Solarius™

Potret Secangkir Kopi Hitam dan Sebatang Rokok

Image
  Takken by IPhone 5s Monochromatic Photograph ©Lunar Solarius Photography

Makna ungkapan "Orang yang miskin di hadapan Allah" dalam Matius 5:3

Ayat tersebut merupakan bagian dari Ucapan Bahagia dari Khotbah di atas bukit. Kalau kita perhatikan, Ucapan Bahagia diawali dengan Matius 5:3 (TB)  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah , karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. ΜΑΤΘΑΙΟΝ 5:3 (TR1894)  μακαριοι οι πτωχοι τω πνευματι οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανων Matthew 5:3 (KJV)  Blessed are the poor in spirit : for their's is the kingdom of heaven. Matthew 5:3 (NET)  “Blessed are the poor in spirit , for the kingdom of heaven belongs to them. Matius 5:3 (TL)  "Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya , karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Mateus 5:3 (JAWA81)  “Rahayu wong kang mlarat ing bud i, awit iku kang padha nduweni Kraton ing Swarga. Kata yang mengawali setiap Ucapan Bahagia itu adalah Berbahagialah (ITB, ITL) Blessed (KJV, NET) Rahayu (JAWA 1981) μακαριοι (Yunani) Istilah "μακαριοι" (makarioi) adalah kata sifat, nominatif, maskulin jamak dari ...

Berserulah dan Minta Pertolongan Tuhan

Keluaran 2:23-25 23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka. Melihat petkembangan situasi yang terjadi pada saat ini, tentunya kita merasakan dampak dari pandemi yang sedang melanda negeri ini dan juga kebijakan PPKM yang diberlakukan di sejumlah daerah, bahkan diperpanjang. Kita juga melihat dan merasakan dampaknya cukup signifikan bagi berbagai aspek dan kalangan masyarakat. Beberapa orang mulai merasakan kesulitan dalm menjalani kegiatan mereka. Bahkan secara ekonomi dan sosial, banyak orang yang mengalami kesusahan dan kesulitan Bangsa Israel pada saat itupun juga mengalami kesukaran karena mereka diperbudak dengan kerja paksa oleh bangsa Mesir. M...

Belajar dari Kehidupan Nuh

Kejadian 6:7-9 Keadaan dunia pada saat itu penuh dengan kejahatan dan kebrobokan moral. Tentu saja keadaan yang sedemikan juga berdampak bagi setiap aspek kehidupan manusia pada jaman itu. Manusia pada jaman itu juga mengalami keadaan yang sangat sulit dalam menjalani kehidupan mereka oleh karena kejahatan dan kebrobokan moral yang terjadi pada waktu itu. Tentu saja hal itu membuat Tuhan menyesal dan hendak menghapuskan semua makhluk yang hidup pada jaman itu dengan air bah. Riwayat tentang Nuh memberikan suatu gambaran tentang keadaan yang jauh lebih parah dalam pemandangan Tuhan. Tuhan mendapati bahwa bumi telah rusak, penuh dengan kekerasan dan semua manusia pun telah rusak. Padahal pada waktu Allah menciptakan bumi ini, Ia menjadikan segala sesuatunya sungguh amat baik (Kej. 1:31). Akan tetapi, di tengah-tengah kebobrokan tersebut Allah masih mendapati Nuh sebagai pribadi yang saleh dan tidak bercela di hadapan-Nya (9). Di tengah kefasikan dan kejahatan yang merajalela ketika itu...

Mengasihi, bukan hanya perkataan tetapi juga perbuatan

1 Yohanes 3:18 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Rasul Yohanes adalah salah satu dari keduabelas murid Yesus semasa pelayananNya di dunia ini. Rasul Yohanes adalah murid yang paling dikasihiNya. Bahkan ia adalah murid yang memiliki usia paling panjang. Rasul Yohanes bahkan menerima Wahyu pada saat ia dibuang di pulau Patmos. Ia menuliskan Injil Yohanes, Surat 1-3 Yohanes dan kitab Wahyu. Dalam Surat 1 Yohanes ini, ia tidak menuliskan secara panjang lebar tentang pengalamannya bersama Tuhan Yesus. Namun secara ringkas menyampaikan pesan dan inti dari pengalamanya itu.  Inti pesan yang dimaksud adalah kasih. Baik kasih dari dan kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Sebab bagi Rasul Yohanes, mengasihi Allah bukan hanya ditunjukkan melalui tindakan kita yang taat dan setia kepada Allah saja. Tetapi juga ditunjukkan dengan tindakan mengasihi sesama manusia. Namun dalam hal ini, penekann...

Dalam Penyertaan Tuhan

Yosua 1:5 Yosua bin Nun, menjadi pemimpin bangsa Israel dan menggantikan Musa, yang telah meninggal. Pada waktu itu bangsa Israel hendak masuk ke tanah yang dijanjikan dengan menyeberangi sungai Yordan. Yosua diperintahkan oleh Tuhan agar segera bersiap memimpin bangsa itu. Dan Tuhan memberikan janji penyertaan kepada Yosua, sama seperti Tuhan menyertai Musa. יהושע 1:5  לֹא־יִתְיַצֵּב אִישׁ לְפָנֶיךָ כֹּל יְמֵי חַיֶּיךָ כַּאֲשֶׁר הָיִיתִי עִם־מֹשֶׁה אֶהְיֶה עִמָּךְ לֹא אַרְפְּךָ וְלֹא אֶעֶזְבֶךָּ׃ Yosua 1:5  Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kemudian Tuhan berfirman kepada Yosua agar senantiasa menguatkan dan meneguhkan hatinya, dan memegang teguh ketetapan Tuhan itu. Perhatikan ayat 5 di atas, bahwa dengan jelas bahwa Tuhan pasti akan menyertai "אֶהְיֶ֣ה עִמָּ֔ךְ" eh-yeh im-mak memeiliki arti bahwa ...

Jadilah Kuat dan Pemberani

Yosua 1:6-7 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Tentu bukan perkara yang mudah bagi Yosua untuk memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian itu. Beban mental tentu sangatlah berat, dan juga mengingat pengalaman yang terjadi sepanjang perjalanan di padang gurun. Namun Tuhan memberikan janji penyertaan kepada Yosua. Tak hanya janji penyertaan saja, bahkan Tuhan memberi perintah agar "kuatkanlah dan teguhkanlah hati." יהושע 1:6-7 6 חֲזַק וֶאֱמָץ כִּי אַתָּה תַּנְחִיל אֶת־הָעָם הַזֶּה אֶת־הָאָרֶץ אֲשֶׁר־נִשְׁבַּעְתִּי לַאֲבֹותָם לָתֵת לָהֶם׃ 7 רַק חֲזַק וֶאֱמַץ מְאֹד...

Melangkah dengan Pasti

Yosua 1:8-9 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." Sekali lagi, Tuhan mengingatkan agar senantiasa berpegang teguh pada ketetapan dan peraturan yang telah diberikan kepada mereka melalui Musa. Hal itu bertujuan agar kehidupan bangsa itu berhasil, terutama dalam menaklukan tanah Kanaan. Hal yang terpenting, yang kembali diulang pada bagian ayat ini adalah selain berpegang teguh, mereka diperintahkan untuk merenungkan taurat Tuhan siang dan malam. יהושע 1:8  לֹא־יָמוּשׁ סֵפֶר הַתֹּורָה הַזֶּה מִפִּיךָ וְהָגִיתָ בֹּו יֹומָם וָלַיְלָה לְמַעַן תִּשְׁמֹר לַעֲשֹׂות כְּכָל־הַכָּתוּב בֹּו כִּי־אָז תַּצְל...

Hidup yang Saleh

Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan . Kitab Ayub merupakan salah satu kitab sastra puisi Ibrani. Sebuah karya sastra yang sangat bermakna dalam kehidupan. Kitab ini ditulis kira-kira sezaman dengan Abraham. Karena isi kitab ini tidak menyinggung masalah hukum taurat dan praktek pelaksanaannya. Hanya yang tertulis di dalamnya adalah bagaimana Ayub mengadakan penyembahan kepada Tuhan, bukan secara tidak langsung atau melalui para imam sesuai dengan ketentuan hukum taurat, dengan membakar korban bakaran di atas mezbah. Pada pasal 1, secara umum memberkan gambaran tentang kehidupan yang saleh. Ayat 1 mendeskripsika secara singkat pada dan jelas. Ayub 1:1  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. איוב 1:1  אִישׁ הָיָה בְאֶרֶץ־עוּץ אִיֹּוב שְׁמֹו וְהָיָה ׀ הָאִישׁ הַהוּא תָּם וְיָשָׁר וִירֵא אֱלֹהִים וְסָר ...

Dalam Pemeliharaan Tuhan

1 Raja-raja 17:5-6 5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. Kekeringan yang melanda negeri Israel adalah buah ketidaktaatan mereka karena hidup mereka telah menyimpang dari kebenaran yaitu menyembah Baal. Kekeringan yang melanda seluruh negeri menyebabkan kelaparan. Namun Tuhan menyatakan pemeliharaanNya terhadap Elia. Elia disuruh untuk pergi ke sungai Kerit, dimana disanalah Tuhan memeliharanya melalui perantaraan burung gagak yang mengantarkan makanan untuk Elia. Di tengah situasi yang sulit, Tuhan masih sangat peduli dan menunjukkan kemurahanNya dengan pemeliharaanNya. Demikian juga kepada kita, orang percaya pada masa kini, yang berharap dan bergantung pada Tuhan. Sudah pastilah kitapun akan dipelihara olehNya. IA mencukupkan segala kebutuhan kita, meskipun kita sedang menghadapi s...

Tetap Saleh dan benar meski kaya raya dan berkelimpahan, bertanggungjawab atas keluarganya

Ayub 1:2-5 Selanjutnya kita melihat bahwa kehidupan Ayub bukan hanya saleh dan benar. Namun juga ia juga memiliki harta benda yang melimpah. Pada masa itu, ukuran kekayaan seseorang adalah jumlah ternak yang dimiliki. Ayub memiliki banyak sekali hewan ternak. Di samping itu, ia juga memiliki banyak anak-anak, yang mana sering mengadakan pesta. Namun sebagai orang tua yang saleh, ia memberikan teladan yang baik oleh karena kesalehannya itu. Ia selalu mempersembahkan korban bakaran sesuai dengan jumlah anak-anaknya, dengan maksud memohonkan pengampunan apabila pada saat pesta semalam secara sengaja atau tidak sengaja mungkin ada tindakan dari anak-anaknya yang menghina atau menyakiti hati Tuhan. Dengan hal itu, Ayub juga memberikan teladan yang baik oleh karena kesalehannya itu. Kita juga bisa melihat di sini bahwa kekayaan yang dimiliki Ayub tidak membuat Ayub lupa dan takabur. Tidak membuat dia merasa sombong dengan kekayaan dan kelimpahan yang dia miliki. Dan dia juga tidak lupa di...

Tenang dalam Naungan Tuhan

Mazmur 91 Pada pasal ini, sepertinya melanjutkan pasal sebelumnya yang ditulis oleh Musa pada saat memimpin umat Israel dalam perjalanan ke Tanah yang Dijanjikan itu. Musa menyadari bahwa akan ada resiko dalam perjalanan itu. Sehingga ia mempercayakan dirinya dan juga bangsa itu kepada tuntunan Tuhan. Sebab Tuhan bukan hanya sekadar menuntun umatNya, tetapi juga IA memberikan naungan kepada mereka. Contoh sederhana adalah kita melihat bahwa tiang awan melindungi mereka dari panas terik di siang hari. Dan pada malam hari ada tiang api yang memberikan sinar dan kehangatan kepada mereka. Demikian juga kita sebagai orang percaya pada masa kini. Tentunya kitapun mendapatkan naunganNya dalam kehidupan kita. Apalagi menghadapi keadaan seperti ini. Keadaan yang membuat kita takut dan cemas serta perasaan kuatir. Namun mazmur ini mengingatkan kepada kita supaya kita senantiasa berpengharapan kepadaNya sebagai pelindung, naungan dan pengayom. Sehingga kita akan merasakan damai sejahtera dan su...

Ketika Ujian Berat itu Datang

A yub 1:6-22 Ayub memiliki kehidupan yang saleh dan tidak bercacat cela. Selain itu, iapun diberkati luar biasa secara jasmani. Hingga suatu ketika Iblis datang menghadap ke hadirat Tuhan. Tuhan berkata bahwa tidak orang lain di bumi yang seperti Ayub. Lalu Iblispun hendak mencobai Ayub dengan seijin dari Tuhan. Tuhan ingin membuktikan kesalehan Ayub yang sejati. Kesetiaan dan ketaatan Ayub diuji dengan diambil semua harta benda dan kekayaan yang Ayub miliki. Sebab Iblis berpikir bahwa kesetiaan dan ketaatan Ayub semata-mata karena harta benda dan kekayaan yang dianugerahkan Tuhan. Namun pada kenyataannya, kita melihat bahwa Ayub masih tetap taat dan setia kepada Tuhan. Cobaan berat yang dialami Ayub tidak memudarkan kesalehan Ayub. Sebab Ayub menyadari bahwa semua harta benda dan kekayaannya adalah milik Tuhan semata dan sewaktu-waktu diambil. Kenyataan yang jelas bahwa ketaatan, kesetiaan, dan kesalehan Ayub ternyata tidak dipengaruhi oleh harta benda dan kekayaan. Meskipun Ayub d...