Paraadoks Jaman Now - Pengantar

 Paradoks Jaman Now

 

Pengantar

 

Buku ini berisikan suatu refleksi dari realita atau kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan ekspektasi atau harapan, dan juga dengan fakta. Karena terkadang ekspektasi yang terlalu idealis sering manjadi faktor penyebab utama mengapa kebanyakan orang mengalami kekecewaan dalam menghadapi realitanya. Karena sebagian orang tidak siap menghadapi realitas yang ia hadapi. Namun sebagian kecil orang dapat memikirkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi dalam realitasnya. Karena setiap orang harus menghadapi realitasnya masing-masing dan juga mau tidak mau ia harus berhadapan dengan ekspektasi yang ia buat sendiri melalui alam pikirannya, baik sadar ataupun tidak. Daya imajinasi mempengaruhi kemampuan daya pikir seseorang. Contohnhya, saya sendiri sebagai seorang penulis, mau tidak mau, dalam alam pikiran saya, entah sadar atau tidak, harus memikirkan tulisan apa yang hendak saya tuangkan ke dalam buku saya selanjutnya.

Ini adalah buku saya yang pertama, uniknya adalah buku yang saya tulis bermula saat saya hendak tidur. Namun entah mengapa saya terdorong untuk mengambil laptop dan menulis tulisan saya ini. Buku inilah juga yang menjadi titik tolak saya untuk menuangkan pikiran yang intelek dan kritis. Saya sendiri heran, entah apa yang merasuki dalam alam pikiran saya saat ini dan mendorong saya untuk menulis buku. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menjadi penulis buku. Ekspektasi saya adalah mungkin buku saya ini hanya akan dibaca segelintir orang baca atau malah kalau ada yang baca saja sudah bersyukur. Namun entah realitas apa yang terjadi nanti, saya tidak tahu. Karena ada banyak sekali probabilitas yang terjadi dallam suatu dimensi ruang dan waktu dari suatu realitas. Mungkin juga akan menjadi buku yang terkenal dan best seller atau malah hanya menjadi seonggok sampah tak bernilai.

Maka dari itu, buku ini menyajikan bukan hanya pradoks yang terjadi dalam dimensi ruang dan waktu, entah masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Ada juga suatu teorema probabilitas, mungkin kedengarannya seperti matematika namun yang jelas ada banyak kemungkinan yang terjadi dalam suatu realita ruang dan waktu. Bahkan dalam berekspektasipun kita juga, mau tidak mau, harus memikirkan banyak kemungkinan untuk berekspektasi. Maka buku ini hanya memberikan suata pandangan atau wawasan bagi kita semua mengenai suatu paradigma paradoks ekspektasi dan realitas, mungkin juga fakta ataupun mitos. Berbicara juga mengenai probabilitas, kita juga dapat mengambil pelajaran dari premis-premis yang tersirat atau tersembunyi di dalam buku ini, kita bermain logika namun tidak mengurangi dari keyakinan kita atau bahkan membuat orang menjadi atheis karena seringkali pemikiran kita bertentangan dengan keyakinan kita, namun kita tetttap harus tunduk kepada kebenaran yang kita yakini. Dalam hal ini kita tidak mencari atau bahkan membuat kebenaran, mungkin juga pembenaran. Namun patut diperhatikan dan dicatat bahwa apabila setelah membaca buku ini dan anda menjadi atheis, saya tidak bertanggungjawab. Namun saya senang apabila buku ini menambah wawasasn anda bahkan mindset anda bertambah menjadi lebih baik, atau mungkin malah tambah buruk.

Buku ini mengambil refrrensi dari banyak sekali pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan tidak mewakili pandangan saya mengenai kejadian atau peristiwa yang terjadi, yang saya tuangkan dalam buku ini. Jika buku ini dirasa bermanfaat, silahkan baca sampai habis dan bahkan sampai mindset anda terbuka sehingga pandangan anda menjadi lebih luas lagi. Namun jika buku ini tidak bermanfaat dan menghabiskan waktu anda dengan sia-sia, segera tutup buku ini dan buang ke dalam sampah hingga orang lain menemukan buku ini lalu menjadi lebih sukses daripada anda. Buku ini kelak akan menjadi pro dan kontra di kalangan orang intelek. Namun bagi orang awam biasa, yang mau membaca dan membuka pikirannya, buku ini akan memotivasi dan menginspirasi anda supaya anda lebih sukses lagi. Sukses dalam menyelesaikan proses dan sukses mencapai sutu keberhasilan, berhasil melalui proses yang berat dan sulit.

Saya menulis  buku ini saja melalui proses yang panjang dan sulit. Namun ketika kita menjalaninya dengan penuh kesabaran, maka kita pasti akan mencapai suatu pencapaian yang memuaskan. Nanti kita bahas mengenai proses dan pencapaian, cara menghadapi proses dan cara untuk mencapai tujuan, ini juga paradoks. Saya sangat suka membuat orang penasaran dan menimbulkan sejuta penafsiran melalui satu kata, satu kalimat, satu paragraf atau bahkan satu buku. Namun saya berikan kunci untuk membaca buku ini yaitu: konteks, konteks dan konteks. Pahamilah dulu konteksanya, setelah itu silahkan anda mulai menfasirkan menurut tingkat pemahaman anda masing-masing, entah menyesatkan atapun tidak itu terserah anda yang menilai, namun setidaknya sampaikan umpan balik, yaitu apa yang menjadi dasar penailain anda mengenai buku ini.

Buku ini juga tidak bermaksud memecahbelah, namun justru mempersatuka dengan memperluas mindset kita masing-masing. Perbedaan pendapat boleh saja, namun tidak berujung kepada konflik yang tak berguna. Berdebat boleh saja, karena setiap orang mempunyai argumennya masing-masing namun yang terpenting adalah cara menyikapinya saja. Buat apa menimbulkan konflik yang tidak perlu terjadi, polemik bisa saja muncul namun kembali lagi ke cara kita menyikapinya masing-masing. Karena setiap orang memiliki argumennya masing-masing berdasarkan tingkat pemahaman dan sudut pandang orang tersebut. Maka dari itu, saya mengajak pembaca untuk berpikir positif, tenang dan santai dalam berpikir namun kritis. Makanyakita perlu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, kritis dan positif dalam berpikir dan menyikapinya. Akhir kata pengantar saya, tetaplah semangat dan sukacita dalam menghadapi realitas yang seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi.

 

Penulis

Samuel Agus Setiyono

Lunar Solarius

Comments

Popular posts from this blog

Kajian Komparatif Kejadian 1:1 dan Yohanes 1:1: Analisis Teks Asli dan Tinjauan Teologi Biblikal Injili

DRAF: Kerangka Aturan Sistem Kecerdasan (ARIS) dalam Kepatuhan UU ITE

Tentang Blog Ini