Masihkah Ada Kasih di Dalam Dunia Ini?
Shallom,
Salam damai sejatera ntuk kita semua, kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai kita. Sudah sekian lama saya tidak menulis blog karena pekerjaan, dan baru sekarang ada kesempatan untuk menulis lagi tulisan yang bisa menginspirasi atau memotivasi dalam kehidupan kita. Sebenarnya saya secara pribadi ada suatu visi, namun nanti setelah saya menyelesaikan tulisan ini.
Semakin lama, kehidupan ini rasanya sangat sulit. Perang terjadi dimana-mana. Harga-harga kebutuhan semakin lama, semakin sulit terjangkau. Banyak masyarakat, terutama kalangan menengah kebawah yang mengalammi depresi dan stres. Bahkan tindak kriminal mulai merajalela oleh karena kesulitan sektor ekonomi. Hal ini juga berdampak pada aspek psikologis orang. Banyak orang yang mengakhiri hidupnya karena tidak kuat menjalani hidup ini. Banyak orang yang berputus asa. Di sektor sosial, banyak orang sudah tidak memiliki kasih terhadap sesamanya, bahkan bunuh-membunuh merupakan hal yang biasa, bukan hal yang biadab lagi. Seolah-olah hukum rimba berlaku, siapa yang kuat ia yang menang.
Hukum dan keadilan dipermainkan oleh beberapa oknum. Kepentingan diri sendiri jauh lebih pentng daripada mengasihi sesama. Aktualisasi diri dan Egosentris menjadi makanan sehari-hari. Acuh dan tak acuh menjadi ciri khas kepribadian orang jaman now. Tidak perlu senjata nuklir atau yang mutakhir, cukup dengan ketidakpedulian dengan sesama saja itu sudah cukup untuk memusnahkan orang-orang di sekeliling kita.
Sobat yang terkasih, lalu pertanyaannya masihkah ada kasih di dalam dunia ini? Mungkin, itupun hanya segelintir saja dan mungkin dihitung dengan jari. Atau mungkin tidak ada sama sekali. Saya hanya mengkritisi saja keadaan dunia ini yang sudah carut marut dengan segala macam problematikanya. Dunia ini sudah terlalu tua dan mungkin ke depannya kita harus pindah ke planet lainnya. Dunia ini juga sudah penuh dengan pencemaran dan limbah bahkan sampah, Bukan saja cuma itu saja, hati kitapun sebenarnya sudah terkontaminasi dengan pelbagi macam pencemaran, limbah, dan sampah. Kalo dibiarkan numpuk di dalam hati kita, saya tidak yakin ke depannya umat manusia itu apakah masih eksis atau malah sudah punah karena terlalu banyaknya pencemaran, limbah, dan bahkan sampah di dalam hati kita.
Mari, mulai dari sekarang, bersihkan hati dan pikiran kita. Supaya ga numpuk sampah di dalam hati kita. Karena dampaknya bukan hanya untuk diri kita saja, tetapi sesama kita. Dengan kita menunjukkan kasih terhadap sesama. Hati kita tidak akan dicemari lagi dengan limbah dan sampah yang tidak berguna. Mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri. Supaya kelak, anak cucu kita dapat menikmati indahnya kehidupan di dunia ini. Selagi ada kesempatan, pergunakanlah dengan baik, sebab waktu kita terbatas untuk saat ini dan tidak terbatas pada kehidupan selanjutnya.
Hidup ini indah kawan, nikmatilah hidup ini dengan mengasihi dan peduli terhadap sesama. Karena kelak, anak cucu kita juga akan menikmati indahnya dunia ini dalam kasih terhadap sesama
Tuhan Memberkati
Lunar Solarius
+6282242793420
Comments
Post a Comment