Kupilih Jalanku Sendiri
Akupun terus dan terus melangkah.Menapaki jalan kehidupan yang entah kapan kan berakhir. Menempuh lika-liku kehidupan. Pasang surut kehidupan sering kali menghempaskan aku tak berdaya. Sepertinya tak mungkin aku mampu bertahan ataupun melangkah lebih lanjut. Hanya bisa terdiam membisu. Langkahku terhenti. Lalu akupun melihat jalan yang lain.
Namun jalan itupun terlihat kelam dan suram. Bahkan sangat gelap sehingga aku tak dapat melihat setitik cahaya. Lalu, dengan terpaksa dan bukan karena keinginanku sendiri, akupun melangkah ke jalan itu. Jalan gelap yang tiada berujung dan bahkan tiada setitik cahaya sekalipun. Namun rasanya kaki ini tak ingin berhenti melangkah menuju ke jalan itu.
Langkah kakikupun segera bergegas menuju jalan itu. Seolah tiada pilihan lain. Sebab di jalan yang sebelumnya aku tempuh, aku tak mampu melangkah. Namun anehnya, di jalan yang gelap tak berujung ini, rasanya mudah sekali aku melangkah. Terus dan terus menerus melangkah. Inikah jalan yang harys ku tempuh? Pikirku dalam hati. Dan aku terus melangkah, hingga aku tenggelam dalam kegelapan yang tak bertepi atau berujung. Entah sampai kapan jalan ini berakhir
Beribu kekecewaan mendorong aku untuk terus melangkah dalam jalan yang gelap ini. Tiada setitik cahaya pengharapan yang membimbing aku melangkah ke dalam jalan yang amat sangat gelap bahkan semakin lama, semakin gelap dan tiada berujung. Rasanya sudah tidak ada cara untuk kembali lagi. Dan memang, beribu kekecewaan dalam diriku, membuat aku memilih jalan ini. Sudah kuputuskan, inilah jalan yang kupilih
Dalam jalan itu, maut amatlah sangat dekat namun sayangnya harapanku supaya sang maut merenggut aku agar semuanya berakhir hanyalah tinggal impian kosong belaka. Sang maut enggan menyentuhku meskipun sangat dekat denganku. Ia tak mau menjemput aku, mungkin aku terlalu hina dan jijik bagi sang maut untuk menjemput aku.
Semakin lama, aku semakin tidak tahu lagi. Ibarat samudera yang tak bertepi dan tak memiliki dasar, akupun terus tenggelam semakin dalam dan terpuruk. Tidak ada cahaya, tidak ada pengharapan. Hidup segan, matipun tak bisa sebab maut enggan merenggut aku
Lalu, aku merenung dan hanya bisa berkata, "Kupilih jalanku sendiri."
Lunar Solarius
+6282242793420
Comments
Post a Comment